Kamis, 24 Juli 2014

Suku Bunga Naik , Pertumbuhan Ekonomi Melambat

TEMPO.CO, Jakarta - Langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 6,5 persen diperkirakan akan segera mengerek bunga kredit perbankan. Akibatnya, kredit akan seret dan pertumbuhan ekonomi melambat.
Ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional Sigit Pramono mengatakan bank-bank diprediksi akan segera merespons kebijakan bank sentral dengan menaikkan suku bunga.
Kepala Pusat Studi Ekonomi Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada, A. Tony Prasetyantono, berpendapat serupa. Lebih jauh, Tony menilai kenaikan suku bunga perbankan tersebut bisa meningkatkan risiko kredit seret. Akibatnya, dia memperkirakan pada semester kedua tahun ini kredit perbankan hanya tumbuh 18-19 persen, "Turun dibanding semester pertama 22 persen. Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah menegaskan bahwa kebijakan BI menaikkan suku bunga ini bertujuan untuk mendukung stabilitas perekonomian. “Inflasi akan normal dan arus modal asing masuk kembali ke Indonesia.

Sumber: Tempo.co

Kasus Century

Tempo.co , Jakarta: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, menyalahkan hakim Tindak Pidana Korupsi yang menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara pada mantan Gubernur BI bidang moneter dan pengelolaan devisa, Budi Mulya, terkait kasus Bank Century. "Tanya saja bagaimana kondisinya ke pihak perbankan, para bankir, Ketua Perhimpunan Bank Swasta Nasional. Tanya ke ketua Ibu (Sri Mulyani, yang pada 2008 menjabat sebagai Menteri Keuangan dan ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Kamis , 17 Juli 2014.

Sumber: Tempo.co

Bank vs Koperasi


Dijaman seperti sekarang ini bank memiliki banyak peranan penting, bahkan produk yang ditawarkannya pun sudah mulai beragam tidak hanya Tabungan, Giro dan Deposito saja. Bank yang pada dasarnya memiliki fungsi pembiayaan serta menghimpun dana. Pada dasarnya bank dapat memberikan kelancaran lalu lintas dalam pembayaran. Bank tidak hanya menawarkan jasa, banyak juga produk yang ditawarkan yg notabennya juga mampu memberikan profit terhadap suatu bank tersebut.

Sama halnya dengan bank, koperasi juga memiliki peranan penting dalam mensejahterakan masyarakatnya. Koperasi merupakan lembaga penyimpan dan penyalur dana juga namun tidak terlalu menonjol seperti bank yang lebih profit oriented, koperasi lebih menunjang kemakmuran anggotanya. Koperasi cenderung berkembang bila di daerah-daerah seperti pedesaan, keberadaan koperasi memicu masyarakat didaerah untuk menjadi anggotanya karena memiliki asas kekeluargaan yang menunjang masyarakat daerah lebih tertarik. Keberadaan koperasi hingga kini dirasa sangat membantu terlebih bagi kaum masyarakat yang tinggal di pedesaan, sedangkan di kota-kota besar keberadaan koperasi juga masih sangat membantu masyarakat hanya saja dijaman seperti ini bank jauh lebih menonjol dalam penawaran jasa dengan berbagai macam yang mampu menimbulkan profit lebih besar baik untuk bank itu sendiri atau untuk nasabahnya.

Nah, sekarang tinggal bagaimana kita bisa melihat mana yang benar-benar dibutuhkan dan mampu memberikan keuntungan tidak hanya bagi pihak lembaga tersebut namun juga bagi kita sebagai pemilik dana atau peminjam dana. Sebagai nasabah yang membutuhkan suatu lembaga seperti itu, kita harus mampu memilah-milih agar tidak terjebak dalam situasi yang tidak di inginkan.

Upaya Bank Indonesia Mengatasi Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bagi Bank Umum

Terorisme bukan permasalahan yang baru. Isu terorisme begitu santer didengar dan dibahas banyak negara pasca tragedi 9/11 atau yang dikenal dengan peristiwa 9 September. Sebuah pesawat terlihat dengan sengaja menabrak menara World Trade Center (WTC) di Amerika Serikat. Berbagai macam spekulasi dan tuduhan tentang siapa pelaku sesungguhnya, dan banyak pihak yang menuduhkan tindakan tersebut dilakukan oleh kelompok teroris tertentu, Di Indonesia sendiri telah terjadi beberapa kasus serangan teroris, beberapa diantaranya yang fenomenal adalah serangan di hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton yang menewaskan tujuh korban di Jakarta pada tahun 2009, peristiwa bom malam natal yang terjadi 24 Desmber 2000 di 34 titik yang berbeda, serta ada juga kasus Legian Bali yang sangat terkenal hingga ke seluruh dunia,  Salah satu hal yang masih sulit di atasi untuk mencegah aksi teroris adalah masalah aliran-aliran dana yang dibuat rumit agar pemilik dana sesungguhnya sulit untuk ditemukan.

Dulu, kelompok-kelompok teroris diduga mendapatkan pendanaan melalui transfer dana atau kurir dari luar negeri seperti kelompok-kelompok besar Al-Qaeda (meskipun kebenarannya masih dipertanyakan). Kemudian mereka juga disinyalir menggunakan cara perampokan atau pencurian uang tunai dan logam mulia seperti yang pernah terjadi di Medan dan Poso. Saat itu sebuah bank dirampok habis-habisan oleh perampok yang kemudian disinyalir sebagai kelompok teroris. Kini Bank Indonesia sebagai bank sentral yang mengatur kegiatan perbankan mengeluarkan peraturan untuk mencegah aliran dana yang mencurigakan.

E-BANKING

Apa itu e-banking?  Electronic Banking (e-banking) merupakan suatu aktifitas layanan perbankan yang menggabungkan antara sistem informasi dan teknologi,  e-banking meliputi phone banking, mobile banking, dan internet banking. E-banking didefinisikan sebagai penghantaran otomatis jasa dan produk bank secara langsung kepada nasabah melalui elektronik, saluran komunikasi interaktif.
E-Banking meliputi sistem yang memungkinkan nasabah bank, baik individu ataupun bisnis, untuk mengakses rekening, melakukan transaksi bisnis, atau mendapatkan informasi produk dan jasa bank melalui jaringan pribadi atau publik, termasuk internet. Nasabah dapat mengakses e-banking melalui piranti pintar elektronis seperti komputer/PC, PDA, ATM, atau telepon. Marilah kita telah satu persatu saluran dari e-Banking yang telah diterapkan bank-bank di Indonesia sebagai berikut:
1.       ATM, Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri
2.       Phone Banking
3.       Internet Banking
4.       SMS/m-Banking
Yang  dijabarkan diatas tersebut merupakan gambaran dari E-banking dan kemungkinannya sebagai alternatif sistem perbankan yang baru di indonesia. Dengan kendala yang masih harus dipecahkan bersama-sama bukan hanya diantara pemerintah, pelaksana dan praktisi E-banking, juga rakyat secara menyeluruh, karena dalam pelaksanaannya E-banking jika telah didukung dengan prasarana dan sarana yang memadai dapat menjadi alternatif bagi sistem perbankan baru dari Indonesia.
Semuanya jika tanpa usaha dan kerjasama dari berbagai pihak hanyalah perbuatan yang sia-sia, dengan tekad bersama kita terus mencari jalan untuk mewujudkan apa-apa yang diidam-idamkan oleh bangsa Indonesia yaitu meningkatnya taraf hidup rakyat serta naiknya tingkat kecerdasan bangsa Indonesia. Walaupun E-banking bukanlah sebuah solusi yang terbaik, diharapkan dengan pengimplementasian E-Banking dengan baik dan benar dapat membantu proses transaksi perbankan dan mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi dalam Bank-bank di Indonesia.
http://blog.pasca.gunadarma.ac.id/2012/11/20/penerapan-e-banking-dan-m-banking/
 
Copyright (c) 2010 prisca arsani and Powered by Blogger.